Kematian Melonjak, Jerman Alami 'Sad Day' Covid-19

- Jumat, 26 November 2021 | 09:42 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HALLO LIFESTYLE - Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut Kamis, 25 November 2021, waktu setempat, sebagai sad day, atau hari yang sangat menyedihkan.

Oleh karenanya, dia mendukung seruan untuk lebih banyak pembatasan. Sebab, negaranya menjadi negara terbaru yang melampaui 100.000 kematian akibat Covid-19 sejak pandemi dimulai.

Badan pengendalian penyakit nasional mengatakan, pihaknya mencatat 351 kematian sehubungan dengan virus corona selama 24 jam terakhir, menjadikan total korban menjadi 100.119. Di Eropa, Jerman adalah negara kelima yang melewati tanda itu, setelah Rusia, Inggris, Italia, dan Prancis.

"Tentu saja ini hari yang sangat menyedihkan karena kita harus meratapi 100.000 korban virus corona," kata Merkel pada konferensi pers di Berlin.

“Dan sayangnya, saat ini, lebih dari 300 kematian bertambah setiap hari.”

Merkel memperingatkan bahwa ratusan kematian sudah mengancam.

"(Kematian) berkorelasi sangat jelas dengan jumlah infeksi yang terjadi," katanya.

“Kami tahu berapa banyak orang rata-rata tidak selamat dari penyakit ini.”

Institut Robert Koch, sebuah badan federal yang mengumpulkan data dari sekitar 400 kantor kesehatan regional, mengatakan Jerman mencatat rekor kasus harian yang dikonfirmasi sebanyak 75.961 dalam periode 24 jam terakhir.

Halaman:

Editor: Akni Pamedang

Tags

Terkini

Ini Yang Terjadi Saat PPKM Jakarta Naik ke Level 2

Selasa, 30 November 2021 | 13:13 WIB

Hari Ini, Sejumlah Kota Besar di Indonesia Cerah Berawan

Selasa, 30 November 2021 | 07:25 WIB

PSI Walkout Dari Sidang DPRD, Kritisi RAPBD 2022

Minggu, 28 November 2021 | 14:38 WIB

Konsumsi Listrik Tinggi, Isyarat Ekonomi Mulai Pulih?

Minggu, 28 November 2021 | 11:25 WIB
X