Pemprov DKI Meresmikan Jalan Bang Pitung, Jalan Haji Bokir dan Jalan Mpok Nori

- Selasa, 21 Juni 2022 | 11:56 WIB
Jalan Bang Pitung (Screenshot/Istimewa)
Jalan Bang Pitung (Screenshot/Istimewa)

HALLO LIFESTYLE - Suku Betawi atau Orang Betawi dianggap sebagai penduduk asli DKI Jakarta, yang bermukim di wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

Mereka adalah keturunan penduduk yang bermukim di Batavia (nama kolonial dari Jakarta) sejak abad ke-17.

Pada Sensus Penduduk tahun 2010, BPS menempatkan Suku Betawi di peringkat ke-5 jumlah populasi secara nasional.  Empat besar diatasnya adalah Suku Jawa, Sunda, Batak, dan Suku asal Sulawesi lain (di luar Suku Bugis, Makassar, Minahasa dan Gorontalo).

Dari hasil sensus tersebut, terungkap bahwa penduduk Jakarta didominasi oleh Suku Jawa (3,453 juta jiwa).

Pada posisi kedua sampai kelima berturut-turut ditempati oleh Suku Betawi (2,700 juta); Sunda (1,395 juta); Cina (632 ribu); dan Batak (327 ribu). 

Dikenal bernama Batavia pada masa kolonial, Jakarta adalah kota yang penuh peristiwa sejarah. Salah satunya adalah peristiwa proklamasi.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Saat ini sudah ada dua tokoh Betawi yang diabadikan sebagai nama jalan protokol di ibukota : Jalan MH Thamrin dan Jalan Abdulrachman Saleh. Satu tokoh lagi yaitu KH Noer Ali dijadikan salah satu nama jalan di wilayah Kalimalang, Bekasi.
 
Pada Oktober 2021, komunitas masyarakat Betawi mengusulkan beberapa nama tokoh Betawi untuk dijadikan nama jalan di Ibu Kota. 
 
1. Ismail Marzuki mengganti Jalan Cikini Raya
2. H Darip mengganti Jalan Bekasi Timur Raya
3. Mahbub Djunaedi mengganti Jalan Salemba Tengah
4. Guru Marzuki mengganti Jalan Masjid Jatinegara
5. Habib Ali Kwitang mengganti Jalan Kembang III
 
Hari Senin kemarin (20/06/2022) Gubernur DKI Anies Baswedan mengubah sejumlah nama jalan dengan menggunakan nama tokoh-tokoh Betawi.
 
Anies mengatakan hal ini merupakan bentuk penghormatan atas peran mereka semasa hidup.

"Mereka adalah pribadi-pribadi yang kita kenang, karena mereka telah memberikan manfaat bagi sesama. Mereka ini adalah pribadi-pribadi yang kita kenang, kita ingat karena hidupnya dihibahkan untuk kemajuan," ungkap Anies di Setu Babakan, Jakarta Selatan.

Nama tokoh Betawi yang dijadikan nama jalan di antaranya Jalan Mpok Nori yang sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus, dan Jalan H. Bokir Bin Dji'un yang sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede.

Anies juga mengubah nama Jalan Raya Kebayoran Lama menjadi Jalan Bang Pitung.
 
Diketahui, Pitung merupakan salah satu tokoh jawara dari Betawi. Makam Bang Pitung dekat dengan lokasi jalan yang sekarang, yaitu daerah Rawa Belong, Palmerah.

Selain mengubah nama jalan, Anies juga mengubah nama gedung dan perkampungan. Salah satunya adalah nama MH Thamrin menjadi nama perkampungan Budaya Betawi di kawasan Setu Babakan.
Baca Juga: Resep Minuman Tradisional Bir Pletok Khas Betawi, Segar dan Menyehatkan

Ia berharap penamaan tokoh-tokoh Betawi menjadi nama jalan ini akan mengingatkan generasi mendatang bahwa banyak tokoh dari tanah Betawi yang memiliki kontribusi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Harapannya nanti menjadi pengingat kepada kita semua bahwa di sini, di kota ini telah tumbuh pribadi yang disebut sebagai dengan nama jalan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir adanya kerumitan administrasi data kependudukan akibat perubahan nama jalan tersebut.
 
Semoga kelima tokoh yang diusulkan diatas juga bisa menyusul diresmikan oleh gubernur.

Berikut ini daftar jalan, kampung, dan gedung yang diubah namanya menjadi nama tokoh Betawi.

Nama Jalan
1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
4. Jalan H. Bokir Bin Dji'un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
7. Jalan H. Roim Sa'ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)
8. Jalan KH. Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)
9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
10. Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)
11. Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
12. Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5).
13. Jalan H. Imam Sapi'ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76).
15. Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara).
16. Jalan H. M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan).
17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII).
18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke).
19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat).
20. Jalan Guru Ma'mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya).
21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).
22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).
23. Jalan Bang Pitung (sebelumnya Jalan Raya Kebayoran Lama)
 

Nama Kampung
1. Kampung MH Thamrin (sebelumnya bernama Zona A)
2. Kampung KH. Noer Ali (sebelumnya bernama Zona Pengembangan)
3. Kampung Abdulrahman Saleh (sebelumnya bernama Zona B)
4. Kampung Ismail Marzuki (sebelumnya bernama Zona C)
5. Kampung Zona Embrio (sebelumnya bernama Zona Embrio)

Nama Gedung
1. Gedung Kisam Dji'un (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Timur).
2. Gedung H. Sa'aba Amsir (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Selatan).

Editor: Adnuri Mohamidi

Tags

Terkini

Titik Pijat Masuk Angin, Coba dan Lihat Hasilnya

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:47 WIB
X