2 Tahun Perkasa Jadi Perusahaan Paling Bernilai, Kini Posisi Apple Telah Tergantikan

- Jumat, 13 Mei 2022 | 19:34 WIB
CEO Apple Tim Cook (BBC)
CEO Apple Tim Cook (BBC)

HALLO LIFESTYLE - Apple baru saja kehilangan posisinya sebagai perusahaan dengan nilai paling tinggi di dunia akibat aksi penjualan saham teknologi secara masal.

Produsen minyak dan gas Arab Saudi, Aramco telah merebut kembali posisi teratas dari pembuat iPhone untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun. Investor telah menjual saham di perusahaan teknologi dengan dalih beralih ke apa yang mereka lihat sebagai aset yang berisiko lebih rendah.

Bitcoin, cryptocurrency utama lainnya, dan aset digital juga terus turun tajam.

Baca Juga: Apple Menghentikan Produksi iPod Touch, 'The Music Lives On'

Saham Apple menukik turun lebih dari 5% di New York pada hari Rabu saat mengakhiri hari perdagangan dengan penilaian pasar saham sebesar $2,37 triliun (£1,94tn). Dengan jatuhnya nilai saham, Apple resmi kehilangan posisinya sebagai perusahaan paling berharga di dunia. Posisi pertama ini digantikan oleh produsen minyak dan gas Aramco, yang bernilai $2,42 triliun.

Ini adalah pertama kalinya Aramco menduduki posisi teratas sejak 2020. Saham produsen energi telah meningkat tahun ini karena biaya minyak mentah dan gas alam naik.

Sementara saham Apple telah mengalami penurunan hingga hampir 20% sejak awal tahun setelah aksi jual saham teknologi. Nasdaq yang padat dengan saham-saham teknologi ditutup 3,2% lebih rendah di New York hari Rabu lalu setelah data resmi menunjukkan bahwa inflasi AS tetap mendekati level tertinggi lebih dari 40 tahun.

Baca Juga: Prehistoric Planet, Serial Dokumenter Dinosaurus Segera Tayang di Apple TV Plus

Kenaikan harga telah menjadi ancaman terbesar bagi pemulihan ekonomi global karena muncul dari pandemi Covid-19.

Bank-bank sentral di seluruh dunia telah menanggapi masalah tersebut dengan menaikkan suku bunga. Dengan dinaikkannya suku bunga, perpindahan investasi dari investasi-investasi lebih berisiko malah terpicu akibat adanya kekhawatiran bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi akan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Halaman:

Editor: Kurniawan Siswoko

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resep Kue Jempol, Cocok Buat Sajian Hari Natal

Rabu, 7 Desember 2022 | 17:05 WIB

Resep Kue Jahe Camilan Khas Natal, Rasanya Ciamik!

Rabu, 7 Desember 2022 | 16:05 WIB

Resep Kue Natal Spongecake, Perayaan Jadi Meriah

Selasa, 6 Desember 2022 | 22:05 WIB

Resep Kue Natal Christmas Tree Cupcake, Rasanya Yummy

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:35 WIB
X