Belajar Memahami Transisi Energi Lewat Tutur Lembut Maudy Ayunda

- Jumat, 13 Mei 2022 | 09:17 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia, Maudy Ayunda
Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia, Maudy Ayunda

HALLO LIFESTYLE - Artis papan atas Maudy Ayunda semakin menguasai tugasnya sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia. Dia pun mulai terbiasa menyampaikan ke publik tentang isu-isu strategis terkait G20.

Salah satu isu yang harus dipaparkan ke publik adalah transisi energi. Isu ini terasa menarik karena disampaikan oleh artis yang cerdas, lembut, dan mempesona.

"Transisi energi berkelanjutan merupakan salah satu isu prioritas Presidensi G20 Indonesia. Kita semua pasti merasakan dampak dari isu ini, di mana suhu bumi semakin memanas setiap tahunnya. Studi terbaru menyebutkan suhu tahunan bumi diperkirakan naik hingga 1,5 derajat Celcius selama lima tahun ke depan," kata Maudy dalam pernyataannya, Kamis, 12 Mei 2022.

Maudy mengatakan, sektor energi merupakan kontributor perubahan iklim paling dominan yang menyumbang hampir 90 persen dari emisi CO2 secara global. Aktivitas manusia juga telah berdampak luas pada kerusakan atmosfer, laut, kriosfer, dan biosfer, sehingga mengakibatkan kerugian dan kerusakan alam permanen di muka bumi.

"WHO juga telah menyebutkan perubahan iklim ancaman terbesar kesehatan global di abad 21. Munculnya banyak penyakit baru sampai menyebabkan pandemi di seluruh dunia termasuk Indonesia adalah salah satu dampak nyata ancaman perubahan iklim ini," ujar Maudy.

Oleh karena itu, menurut Maudy, ancaman serius itu perlu segera ditangani bersama dalam Presidensi G20 Indonesia. Secara umum, kata dia, ada tiga isu transisi energi yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia.

Pertama, energy accessibility atau ekses energi yang terjangkau, berkelanjutan, dan dapat diandalkan. Tujuannya, untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam memfasilitasi akses ke penelitian dan teknologi bersih termasuk energi terbarukan, efisiensi energi, dan teknologi bahan bakar fosil yang maju dan lebih bersih, serta mendorong investasi dalam infrastruktur energi dan teknologi energi bersih.

"Hal ini juga mendorong pencapaian target sustainable development nomor 7 yang batas waktunya hingga 2030," tambah Maudy.

Kedua, smart and clean energy technology, yaitu mendorong implementasi teknologi pintar dan bersih, baik dalam konteks efisiensi energi, pengurangan emisi, maupun pengembangan energi terbarukan.

Halaman:

Editor: Akni Pamedang

Tags

Terkini

X