Tren Hustle Culture Oleh Hong Du-sik Di Serial ‘Hometown Cha-Cha-Cha’  

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 10:00 WIB

 

HALLO LIFESTYLE - Saat ini, serial drama korea “Hometown Cha-Cha-Cha” sedang marak ditonton oleh anak-anak muda hingga orang dewasa. Drama yang di perankan oleh Shin Min Ah dan Kim Seon Ho ini adalah drama romansa yang menceritakan tentang seorang  perempuan memiliki pekerjaan sebagai dokter gigi yang pindah dari kota Seoul ke sebuah desa bernama Gongjin Dan seorang laki-laki yang ahli dalam berbagai pekerjaan juga suka menolong orang-orang disekitarnya.

Karakter Hong Du-sik seorang pekerja keras yang serba bisa dan gila kerja menjadi panutan bagi para penonton. Tetapi tahukah anda yang dilakukan oleh seorang Hong Du-sik adalah kegiatan toxic yang kerap dibanggakan oleh banyak orang pada saat ini.  Hal ini disebut dengan Hustle Culture. Terlalu gila kerja hingga lupa waktu istirahat, tidak pernah merasa cukup, tetap kerja walau sakit hal ini merupakan mindset negative yang secara tidak sadar ditanamkan oleh diri sendiri.

Dilansir dari The Daily Star, terlihat sebuah peningkatan yang signifikan dalam budaya yang menempatkan perkerjaan di atas segalanya dan menempatkan semua yang dimiliki untuk bekerja keras. Hal tersebut dikenal dengan budaya hiruk pikuk (Hustle Culture). Ini merupakan sebuah budaya yang mengajarkan manusia bahwa bekerja yang berlebihan adalah satu-satunya cara agar dihormati, baik itu dari orang lain atau diri sendiri. Semisal anda tidak menempatkan tiap-tiap menit menjadi sesuatu yang produktif, anda tidak akan mendapatkan hal yang anda perlukan untuk menjadi sukses. Atau juka anda tidak bekerja lembur apakah anda benar-benar sudah bekerja?

Baca Juga: Serial Drama ‘Little Women’ Bidik Kim Go Eun dan Nam Ji Hyun

Bekerja secara terus menerus dapat menyebabkan kelelahan, berdampak pada kesehatan yang negatif. Selain melelahkan, kepatuhan pada budaya Hustle Culture dapat meyebabkan burnt out yang diakibatkan stres. Adapun saat dikantor misalnya, karyawan memiliki pendekatan pesimis dalam bekerja. Dapat mengalami kurangnya motivasi dan energi untuk bekerja hinggal penurunan kompetensi kerja mereka.

Dr. M. Tasdik Hasan seorang peneliti kesehatan mental global mengatakan “Hubungan langsung antara kerja yang berlebihan dan kesehatan mental dapat menyebabkan gangguan pada ritme biologis tubuh dan berdampak buruk pada kesehatan mental”.

Budaya Hustle Culture juga menimbulkan rasa pesaingan yang beracun diantara para pekerja. Sementara, persaingan sehat yang seharusnya memotivasi para pekerja untuk memotivasi karyawan agar melakukan lebih baik jika mereka diajarkan bahwa bergegas atau terburu-buru adalah cara untuk mendapatkan promosi dan peluang yang lebih baik, persaingan sehat akan berubah menjadi persaingan sengit.

Banyak studi atau professional kesehatan memberitahu bahwa budaya Hustle Culture itu bohong. Kerja keras memang perlu, tetapi terlalu memaksakan diri sampai tidak memiliki waktu luang itu perlu dihindari. Karena setiap manusia harus beristirahat dengan baik, tidak ada salahnya meliburkan diri untuk melepas kelelahan. (*/Yoliandra)

Editor: Kurniawan Siswoko

Tags

Terkini

Apakabar Grup Band Naif? Simak Jawaban Mr.Jarwo

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:55 WIB
X