11 Anak Sekolah Tewas Menyusul Serangan Junta Myanmar Di Area Pemberontak

- Selasa, 20 September 2022 | 17:15 WIB
Reruntuhan akibat serangan junta.  (The Straits Times)
Reruntuhan akibat serangan junta. (The Straits Times)

HALLOLIFESTYLE - Sedikitnya 11 anak sekolah tewas dalam serangan udara dan penembakan di sebuah desa Myanmar, kata badan anak-anak PBB.

Serangan itu menurut junta militer Myanmar menargetkan pemberontak yang bersembunyi di daerah itu.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada Februari tahun lalu, dengan hampir 2.300 warga sipil tewas dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, menurut kelompok pemantau lokal.

Baca Juga: Jumlah Pengungsi Dunia Mencapai Lebih Dari 100 Juta, Terusir Akibat Konflik Pelanggaran HAM

Wilayah Sagaing di barat laut negara itu telah menyaksikan beberapa pertempuran paling sengit, dan di tengah bentrokan antara pejuang anti-kudeta dan militer, seluruh desa telah dibakar.

Badan anak-anak PBB Unicef ​​mengutuk insiden hari Jumat di kotapraja Depeyin di Sagaing.

"Pada 16 September, setidaknya 11 anak tewas dalam serangan udara dan tembakan membabi buta di wilayah sipil," kata Unicef ​​dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin.

Baca Juga: Keberadaan Monumen Rusia Alexander Vasily Suvorov Di Swiss Dipertanyakan Warga Menyusul Konflik Rusia Ukraina

Dikatakan sekolah harus aman dan tidak pernah ditargetkan.

Halaman:

Editor: Kurniawan Siswoko

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Khaby Lame Seorang Hafidz Quran

Senin, 11 Juli 2022 | 09:39 WIB
X